JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pertanian mulai memperkuat strategi pelestarian komoditas sagu sebagai pangan lokal unggulan. Langkah ini diambil untuk memastikan populasi pohon sagu tetap terjaga di tengah tingginya pemanfaatan hasil oleh masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, menegaskan bahwa pola pikir petani lokal harus mulai bergeser dari sekadar pengumpul hasil alam menjadi pembudidaya yang aktif.
“Kami ingin petani tidak hanya mengambil hasil dari alam, tetapi juga mulai belajar membudidayakan sagu secara terencana agar populasinya tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujar Lunanka di Jayapura (2/5).
Menurutnya, pendampingan intensif terus dilakukan agar sagu tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Untuk memperluas dampak program ini, Dinas Pertanian Provinsi Papua tengah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki potensi lahan sagu luas, seperti Kabupaten Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, serta wilayah Jayapura.
Lunanka juga memastikan bahwa meski pemerintah tengah gencar melaksanakan program cetak sawah rakyat dan peremajaan sawit, komoditas pangan lokal tetap menjadi prioritas yang berjalan beriringan.
“Pengembangan sagu tidak akan kami tinggalkan. Komoditas ini justru terus didampingi agar bisa berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani,” tambahnya.
Melalui penguatan budidaya dan kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Papua optimistis sagu akan terus menjadi pilar pangan yang kokoh dan berkelanjutan di Tanah Papua. (*)


