Liputan PON, Tantangan Baru bagi para Jurnalis

  • Whatsapp
Para jurnalis menyimak penjelasan dari pemateri

JAYAPURA, FP.COM – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua menggelar pelatihan bagi para jurnalis yang nantinya akan meliput perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ada sekitar 100 jurnalis media cetak, radio, televisi, dan online yang berada di empat klaster pelaksanaan PON Papua mendapat bekal berupa materi-materi ilmu jurnalistik, khususnya bidang olahraga, selama tiga hari.

Aryo Wisanggeni, salah satu pemateri, sangat mengapresiasi langkah PB PON untuk mengadakan kegiatan ini. Menurut Aryo, pemberitaan oleh media merupakan salah satu kunci sukses dari perhelatan ajang olahraga terakbar se-Tanah Air ini.

Read More

iklan

“Saya yakin, tugas media juga merupakan salah satu kunci kesuksesan PON. Karena ada pencapaian dan kompetisi yang perlu dikabarkan. Maka dari itu, saya optimis, melalui pelatihan jurnalis peliput PON ini bisa bekerja secara maksimal,” ujarnya, Jumat (22/1/2021).

Sebagai jurnalis senior yang pernah meliput multievent olahraga seperti PON XVII Kalimantan Timur, SEA Games Kuala Lumpur 2017 dan Asian Games Jakarta 2018, ia menyebut beberapa hal teknis liputan olahraga yang harus dipelajari oleh para jurnalis. Seperti aturan atau regulasi, cabang olahraga yang dipertandingkan, sampai jumlah medali yang diperebutkan.

“Menurut saya ini akan menjadi tantangan bagi teman-teman jurnalis, karena biasanya kita meliput kejuaraan hanya satu cabang olahraga. Sementara di PON ada banyak cabang olahraga dan banyak medali yang diperebutkan,” tambah eksjurnalis Harian Kompas ini.

Selain itu, Aryo mengingatkan kepada para peserta kepelatihan yang bukan berlatarbelakang atau terbiasa meliput bidang olahraga, untuk mulai mempelajari dan memahami kaidah-kaidah liputan olahraga.

Kendati menurutnya, semua prinsip jurnalistik dasarnya sama, walaupun ada hal-hal teknis yang seharusnya bisa dipelajari dan menjadi referensi. Tapi ia yakin kemampuan para peserta kepelatihan PON ini bisa mengatasi masalah itu.

“Memang tidak mudah juga bagi jurnalis yang bukan dari latarbelakang olahraga. Tapi, setiap pelaksanaan PON juga pasti ada jurnalis yang tidak sehari-hari meliput olahraga. Karena PON adalah event yang sangat besar, tidak akan cukup kalau hanya mengandalkan jurnalis olahraga,” tambahnya. (Ray)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *