JAYAPURA,FP.COM – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi krusial dalam menjaga persatuan di atas keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya di Bumi Cendrawasih.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Papua, Selasa (2/6/2026).
Fakhiri mengingatkan bahwa para pendiri bangsa telah mendesain Pancasila sebagai perekat perbedaan. Bagi Papua yang memiliki tingkat keberagaman tinggi, nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk menjaga keharmonisan.
“Papua adalah daerah yang multietnis dan multiagama. Karena itu, toleransi harus terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap rukun dan damai,” ujar Fakhiri.
Selain aspek persatuan, Gubernur juga menyoroti pentingnya implementasi keadilan sosial dalam pembangunan daerah. Ia menginstruksikan seluruh kepala daerah hingga aparat kampung untuk memastikan program-program pemerintah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya selalu minta agar seluruh masyarakat terlibat dalam pembangunan dan merasakan manfaatnya. Jangan ada yang hanya menjadi penonton,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Fakhiri berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak terjebak dalam rutinitas seremonial tahunan belaka. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintahan di Papua untuk tetap mengedepankan prinsip musyawarah, persatuan, dan keadilan dalam melayani masyarakat. (*)


