Pena Tanpa Stigma, Dinkes Kota Jayapura Gandeng Jurnalis Edukasi Isu HIV-TB

Pena Tanpa Stigma, Dinkes Kota Jayapura Gandeng Jurnalis Edukasi Isu HIV-TB

JAYAPURA,FP.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura merangkul para jurnalis setempat untuk menyatukan visi dalam mengedukasi masyarakat terkait isu HIV/AIDS dan Tuberculosis (TB). Langkah ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dan TB yang digelar di Hotel Grand Abe Abepura, Kota Jayapura, Jumat (12/6/2026).

Gerakan bertajuk edukasi tanpa stigma ini dinilai krusial mengingat tantangan penyebaran kedua penyakit tersebut masih sangat serius di ibu kota provinsi. Kepala Dinkes Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, memaparkan data bahwa hingga trimester pertama tahun 2026, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Jayapura melonjak hingga 11.235 kasus. Angka ini menempatkan Kota Jayapura di peringkat pertama se-Provinsi Papua.

Read More

Sementara untuk kasus TB, tercatat ada 3.007 kasus sepanjang tahun 2025, dengan tren penularan yang terus diwaspadai menyusul ditemukannya 932 kasus baru dalam periode Januari hingga Mei 2026.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Jayapura, Ns. Yusnita Pabeno, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa goresan pena para jurnalis memiliki kekuatan besar di luar penanganan medis yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, hambatan terbesar di lapangan saat ini adalah kuatnya stigma sosial terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) maupun penderita TB.

“Salah satu langkah strategis untuk memutus rantai penularan dan hambatan sosial ini adalah menyebarluaskan informasi yang benar secara terus-menerus. Media massa adalah wadah paling efektif karena jangkauannya yang luas ke seluruh lapisan masyarakat,” terang Yusnita.

Melalui sinergi ini, Dinkes berharap jurnalis dapat menyamakan persepsi agar produk jurnalistik yang diproduksi bisa lebih inklusif, suportif, dan penuh empati. Pemberitaan yang mengedukasi diyakini mampu memantik keberanian masyarakat agar tidak takut lagi melakukan tes kesehatan secara sukarela dan mencari pengobatan medis sejak dini.

Sosialisasi yang dikemas lewat pemaparan materi dan diskusi interaktif ini menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya dr. Helena Picarima yang mengupas Informasi Dasar HIV/AIDS, dr. Victor M., Sp.P yang mengulas materi seputar penanganan TB, serta Paul Tambunan (Tribun Papua) dari keterwakilan jurnalis.

Tak hanya dari sisi medis dan pers, kegiatan ini juga melibatkan peran aktif dari komunitas kelompok rentan seperti Komunitas Rojali, Pelangi, IWAJA, serta LSM dan kalangan mahasiswa.

Melalui ruang diskusi ini, perwakilan komunitas kelompok rentan menaruh harapan besar agar pena para jurnalis di Kota Jayapura memiliki sensitivitas sosial yang tinggi dalam peliputannya.

“Mimpi kami itu, jurnalis di Kota Jayapura bisa menjadi percontohan untuk jurnalis ramah kelompok rentan,” harap salah satu peserta dari komunitas rentan di akhir kegiatan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *