Pendeta Umas Tabuni Nahkodai STT Baptis Papua

Pdt. Dr. Umas Tabuni, M.Th, Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Papua periode 2025-2029

JAYAPURA,FP.COM – Diperlengkapi menjadi anak-anak raja yang hebat ke surga. Kurang lebih demikian filosofi Pendeta Yoseph Karetji saat merintis pendirian Sekolah Tinggi Teologi Baptis Papua, puluhan tahun silam.

Aula Kampus Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Papua menjadi saksi bisu momen bersejarah, Sabtu, 28 Juni 2025, menjadi penanda babak baru bagi institusi pendidikan teologi ini dengan dilantiknya Pdt. Dr. Umas Tabuni, M.Th. sebagai ketua.

Read More
iklan hut-ri

Perjalanan STT Baptis Papua sendiri telah membentang selama 46 tahun, berawal dari sebuah komitmen iman yang sederhana di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, hingga kini kokoh berdiri di Kotaraja, Jayapura.

“Tiom itu artinya hari itu, waktu itu,” kenang Pdt. Umas Tabuni. “Keadaan waktu itu tidak bisa dibayangkan ke depan seperti apa, tapi hari itu dengan komitmen iman mereka mendirikan lembaga ini.”

Dari Tiom, dengan segala keterbatasan pada masa itu, lembaga pendidikan ini kemudian berpindah dan berkembang di Kotaraja. Menariknya, visi besar kepemimpinan Pdt Umas Tabuni kini tidak hanya berakar pada ajaran Injil, tetapi juga pada simbol-simbol lokal yang mendalam.

Sebuah ubi jalar, atau Biyobam, makanan pokok yang dibawa oleh orang Australia dan bahkan digunakan dalam perjamuan kudus sebagai lambang tubuh Yesus, turut menjadi inspirasi. Simbol-simbol ini memperkuat akar spiritual dan identitas lokal STT Baptis Papua, membentuk landasan yang kokoh bagi langkah maju mereka.

Acara pentahbisan dan pelantikan diawali dengan Ibadah Syukur yang dilayani oleh Pendeta Yan Pieth Wambrauw. Dalam khotbahnya yang menginspirasi, Pdt. Yan Wambrauw menyampaikan pesan kebenaran Firman Tuhan dari Amsal 23:18.

Pendeta Wambrauw menekankan tiga pilar penting bagi masa depan STT Baptis Papua: harapan bagi yang takut akan Tuhan, kebergantungan kepada Tuhan, dan janji kemakmuran (hari depan yang penuh harapan). “Kerja teamwork jadikan STT ini penuh dengan wibawa ilahi,” tegas Pdt. Wambrauw, menyerukan kolaborasi dan dedikasi dalam membangun institusi ini.

Usai pentahbisan, Pdt. Umas Tabuni, yang telah mengabdi di STT Baptis Papua sejak tahun 2002, membagikan keyakinannya akan panggilan ilahi yang membimbing langkahnya. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua STT ini berakar kuat pada motto dari Efesus 4:12, yaitu untuk “memperlengkapi orang-orang kudus bagi pembangunan tubuh Kristus.”

Bermodalkan motto tersebut, Pdt. Umas Tabuni menegaskan komitmen STT Baptis Papua untuk tetap fokus pada misi besar menjadi sekolah unggulan, alkitabiah, dan kontekstual Papua mengarah ke dunia. Dari visi ini, beberapa program unggulan telah dilaksanakan dan akan terus disempurnakan di masa depan.

Secara spesifik, Pdt. Umas Tabuni memaparkan target utama kepemimpinannya yang berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi:
• Pendidikan dan Pengajaran: Melanjutkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran yang sudah ada.


• Penelitian: Mendorong para dosen untuk meningkatkan jabatan fungsional dari asisten ahli menjadi lektor. Ini juga mencakup penerbitan jurnal ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional, serta kolaborasi dengan jurnal-jurnal lain untuk memastikan mutu sekolah ini dikenal secara publik.
• Pengabdian Masyarakat: Menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, termasuk Provinsi Papua Induk dan Provinsi Papua Pegunungan, serta secara khusus Kabupaten Lanny Jaya, sebagai tempat kelahiran institusi ini di Tiom.

Lebih lanjut, Pdt. Umas Tabuni mengungkapkan visi besarnya untuk membuka program studi S2 Pascasarjana yang saat ini sedang menunggu SK dari kementerian. Jika program S2 ini terwujud, maka program studi lain seperti misiologi pastoral, konseling, dan pendidikan anak serta remaja juga akan dibuka. Puncak dari visi ini adalah transformasi STT Baptis Papua menjadi Universitas Baptis Papua. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *