JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua secara resmi membuka ruang kerja sama internasional dengan menerima delegasi dari Belanda yang tengah melakukan misi penjajakan bisnis dan kemitraan di Bumi Cenderawasih. Pertemuan strategis ini membahas berbagai sektor krusial, mulai dari optimalisasi potensi sumber daya alam hingga penguatan sektor pendidikan vokasi.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, saat menerima kunjungan delegasi yang dipimpin oleh Alfred van der Klis di Jayapura, Kamis (16/6/2026), menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Fokus utamanya adalah bagaimana kekayaan alam Papua dapat dikelola secara modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kami berharap potensi besar yang dimiliki Papua dapat dikembangkan lebih jauh melalui kemitraan ini. Pemerintah daerah sangat terbuka bagi pihak-pihak yang ingin berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada,” ujar Aryoko.
Salah satu poin utama dalam penjajakan ini adalah dukungan terhadap sektor pendidikan, khususnya pengembangan sekolah vokasional. Pemprov Papua berharap delegasi Belanda dapat memberikan dukungan, baik berupa pendanaan maupun penyediaan fasilitas pendidikan teknis yang memadai.
Langkah ini diambil untuk mencetak tenaga kerja lokal yang produktif, terampil, dan memiliki kompetensi global. Dengan sistem pendidikan vokasi yang kuat, lulusan sekolah tersebut diharapkan dapat langsung terserap oleh sektor industri dan perusahaan-perusahaan mitra yang telah disiapkan. Kerja sama ini diyakini akan menjadi jembatan penting dalam mentransformasi SDM Papua menuju kemandirian ekonomi. (*)


