JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua resmi mengumumkan penyelenggaraan Festival Sagu untuk pertama kalinya yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026. Berpusat di halaman Kantor Gubernur Papua, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran, melainkan gerakan masif untuk mengembalikan sagu sebagai pilar utama kedaulatan pangan dan identitas hidup masyarakat di Bumi Cenderawasih.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Christian Sohilait, menegaskan bahwa festival ini merupakan momentum kebangkitan kesadaran publik untuk kembali mencintai dan mengonsumsi sagu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sagu bukan hanya soal warisan leluhur, tetapi solusi pangan masa depan yang harus terus dilestarikan.
“Festival ini adalah momentum untuk kita bangkitkan lagi semangat semua orang di Papua untuk hidup dengan sagu,” ujar Christian Sohilait di Jayapura (17/4).
Rangkaian acara akan diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari talkshow edukatif hingga demonstrasi inovasi produk olahan sagu yang modern. Lebih jauh, Pemprov Papua menargetkan festival ini menghasilkan rekomendasi regulasi yang kuat guna memproteksi keberadaan hutan sagu serta mendorong penetapan sagu sebagai salah satu bahan pangan pokok yang diakui secara luas.
Tak hanya soal pelestarian, festival ini juga menjadi batu loncatan bagi komoditas sagu Papua untuk menembus pasar global. Melalui pengembangan industri hilir dan budidaya yang lebih terukur, pemerintah optimis produk turunan sagu memiliki potensi ekspor yang menjanjikan.
Guna menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif, sekitar 30 hingga 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal akan dilibatkan untuk memamerkan kreativitas mereka dalam mengolah emas hijau Papua ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani dan pengrajin sagu di Tanah Papua. (*)


