Tekan Laju Inflasi di Papua Selatan, BI Papua Gelar GPM dan Salurkan 30 Ton Beras

Foto bersama Kepala KPw BI Papua dan Stakeholder terkait dalam gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) di Merauke Provinsi Papua Selatan

MERAUKE, FP.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Papua) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan (Pemprov Papsel) dalam rangka mendorong stabilisasi inflasi di daerah tersebut. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman dalam rilisnya yang diterima Redaksi Fokus Papua, Kamis (29/3) mengatakan sinergi yang kuat dibutuhkan sehubungan tingkat inflasi Kota Merauke yang tercatat mencapai 4,61 persen (yoy, per Februari 2024), jauh di atas angka inflasi nasional sebesar 2,75 persen.

“KPw BI Papua pada tanggal 25-26 Maret 2024 berkoordinasi dengan Pemprov Papsel, Pemkab Merauke, Universitas Musamus, dan kelompok tani, melakukan serangkaian ikhtiar bersama untuk menaklukan inflasi Provinsi Papsel yang hingga saat ini tergolong tinggi secara nasional,” tulis Faturachman dalam rilisnya.

Read More

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Papua) dalam kegiatan ini bersinergi dengan Pemerintah Provinsi/Kabupaten, Bulog, universitas, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan pengendalian inflasi dimulai sejak Senin, 25 Maret 2024 melalui kegiatan GPM (Gerakan Pangan Murah) dengan menyalurkan pangan strategis dengan harga terjangkau bagi masyarakat Merauke dan sekitarnya. Dalam setahun, direncanakan akan dilaksanakan sebanyak 6 (enam) kali GPM terutama pada periode HBKN di Merauke. Sebagai respons kenaikan harga beras, dalam gelaran GPM tersebut juga di salurkan beras sebanyak 30 ton.

Di sisi lain, sebagai upaya peningkatan produksi dan pengembangan pupuk alternatif, diselenggarakan capacity building pembuatan pupuk organik kepada kelompok tani padi dan hortikultura. Capacity building dilaksanakan di SMK Negeri 5 Merauke yang dilaksanakan selama dua hari diharapkan dapat membekali petani dengan wawasan dan skill penunjang dalam membuat pupuk organik secara mandiri.

Di hari yang sama, Tim Bank Indonesia juga melakukan diskusi secara langsung dengan Pj. Gubernur Papsel Apolo Safanpo dan Pj. Sekda Papsel Maddaremmeng. Topik diskusi tersebut membahas lima komoditas yang secara historis dalam lima tahun terakhir dalam frekuensi kemunculannya memberi sumbangan terhadap inflasi. Lima komoditas tersebut masing-masing: (i) cabai rawit, (ii) bawang merah, (iii) kangkung, (iv) daging ayam ras, dan (v) beras.

Di hari kedua, pada tanggal 26 Maret 2024, KPw BI Papua juga memberikan kuliah umum kepada dosen dan mahasiswa/mahasiswi yang berasal dari 3 (tiga) perguruan tinggi yakni Universitas Musamus, STIE St. Theresa, dan STIE Yapis.

“Kuliah umum bermaterikan tugas-tugas kebanksentralan dan upaya-upaya pengendalian inflasi di daerah. KPw BI Papua juga menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah terkait upaya pengendalian inflasi di Papsel dengan melibatkan mahasiswa hingga dosen perguruan tinggi di Merauke. Dari sana diharapkan dapat muncul ide-ide, inovasi, dan aspirasi akademisi dalam mengendalikan inflasi,” sebut Faturachman.

Untuk mendalami permasalahan di sisi produksi, Kepala KPw BI Provinsi Papua juga turut mengunjungi lahan pertanian padi, bawang, dan cabai, serta berdiskusi dengan beberapa kelompok tani dan pesantren. Pendalaman tersebut dilakukan di Distrik Tanah Miring dan Semangga.

Dari kunjungannya itu, Faturachman menemukan tantangan yang dihadapi para petani di Merauke di antaranya: teknik tanam yang perlu disesuaikan dengan good agriculture practices, zat hara tanah yang mulai berkurang, dan sering terjadinya cuaca ekstrem berupa kekeringan. Pendalaman yang dilakukan oleh KPw BI Papua diharapkan dapat menjadi bekal intervensi yang dapat disinergikan Bank Indonesia dengan stakeholders di Merauke. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *