Tingkatkan Kualitas SDM, Disbudpar Provinsi Papua Bangun Politeknik Pariwisata

  • Whatsapp
Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua dan Politeknik Pariwisata Bali/Foto: Istimewa
FKUB Puasa

JAYAPURA, FP.COM – Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua menjalin kerjasama dengan Politeknik Pariwisata Bali. Salah satunya mendirikan kampus Politeknik Pariwisata di Papua.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua dan Direktur Politeknik Pariwisata Bali pada Jumat (26/2/2021) pekan lalu.

Read More

RS Dok2

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama ini menyambut baik rencana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua untuk meningkatkan mutu serta kualitas SDM yang terampil dan unggul di Tanah Papua.

Menurut Sandi, rencana ini juga sejalan dengan prioritas utama Presiden RI Joko Widodo untuk membangun SDM yang dapat mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Papua. Terlebih lagi di masa pandemi dan paska-pandemi setelah ini nantinya.

“Ini adalah bentuk dari kolaborasi dan saya yakin dengan penandatanganan kesepakatan ini mudah-mudahan kita bisa mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua dan juga di Bali, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas,” puji Sandiaga Uno.

Ida Bagus Putu Puja selaku Direktur Politeknik Pariwisata Bali juga menyanjung dan mengapresiasi rencana dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua ini. Ia pun berterimakasih atas komitmen dari Disbudpar Papua yang ingin mendorong dan memajukan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas SDM.

“Kami (Poltekpar Bali) mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi Papua yang sudah bersedia bekerja sama dengan kami untuk menjalankan komitmen tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Yimin Weya, mengatakan, peningkatan kualitas SDM sektor pariwisata ini memang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal-hal yang terkandung dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang telah disusun.

“RIPPDA akan sia-sia jika tidak ada manusia-manusia yang mengelola itu. Tidak mungkin kita rekrut jurusan lain untuk mengelola sektor pariwisata. Bagaimana pengembangannya baik itu destinasi, kuliner dan ekonomi kreatif tanpa orang Pariwisata,” ujar Yimin Weya saat ditemui Fokus Papua di kantornya, Selasa (2/3/2021).

Oleh sebab itu, demi merealisasikan rencana tersebut, sejak tahun lalu, Yimin mengaku telah menggagas Politeknik Pariwisata Papua yang akan dibangun di Kota Jayapura. Dan diharapkan mampu melahirkan SDM yang unggul untuk meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Bumi Cenderawasih.

“Tahun lalu saya sudah koordinasi ke Bali untuk jajaki hal ini sehingga pada tanggal 26, 27, 28 Februari kemarin, mereka panggil saya untuk penandatanganan MoU,” jelasnya.

Terkait kurikulum dan tenaga pengajar di Poltekpar Papua nantinya, Yimin masih akan menunggu persetujuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Karena Poltekpar merupakan perguruan tinggi yang bernaung di bawah Kemenparekraf.

“Tugas kami (Disbudpar) ini siapkan lahan untuk gedung pembelajaran. Sementara dalam presentase saya kemarin, ada dua gedung yang merupakan aset Disbudpar di Museum Negeri Papua di Waena itu ada dua gedung kosong di sana. Rencananya akan kami fungsikan sebagai lokasi pembangunan Poltekpar Papua,” imbuhnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menurut Yimin, juga merupakan bentuk implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) No 9 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Oleh sebab itu, ia meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat yang ada di Tanah Papua.

“Papua ini kaya, sumberdaya alamnya luar biasa, apalagi pariwisatanya yang sangat indah. Untuk itu kita memerlukan manusia-manusia yang  bisa kelola itu. Anak- anak Papua harus bisa mengelola pariwisata dalam kemasan yang baik, sehingga kita juga dapat bersaing seperti Bali untuk menarik minat banyak turis datang ke Papua,” pungkasnya. (Ray)

FKUB

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *