SENTANI,FP.COM – Kompetisi sepak bola bergengsi tingkat usia dini, Cendrawasih Karsa Liga 4 Piala Gubernur Papua musim 2025/2026, resmi berakhir. Penutupan ajang pencarian bakat ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Christian Sohilait, mewakili Gubernur Papua.
Dalam seremoni penutupan tersebut, Christian Sohilait memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PSSI Provinsi Papua, panitia penyelenggara, hingga para pemain yang telah berjibaku di lapangan hijau.
“Beberapa hari terakhir kita telah menyaksikan pertandingan yang penuh semangat, kerja keras, dan dedikasi tinggi dari seluruh tim peserta,” ujar Christian saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua.
Christian menegaskan bahwa esensi dari kompetisi ini bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi di akhir turnamen. Lebih dari itu, ajang ini adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dan mentalitas petarung anak-anak Papua.
Ia juga memberikan pesan khusus bagi tim yang belum berhasil meraih juara agar tidak patah arang.
“Jadikan pengalaman dalam kompetisi ini sebagai motivasi untuk terus berlatih, memperbaiki diri, dan kembali lebih kuat pada kesempatan berikutnya,” tuturnya dengan tegas.
Menilik potensi besar yang tersaji selama turnamen, Pemerintah Provinsi Papua mendorong PSSI Provinsi Papua untuk tidak berhenti di sini. Christian menekankan pentingnya manajemen profesional dan pembinaan yang berkesinambungan.
“Kepada PSSI Provinsi Papua, saya mendorong agar terus melakukan pembinaan usia dini, pencarian bakat, serta persiapan yang matang dalam menghadapi berbagai agenda nasional ke depan,” tambah Christian.
Langkah ini sejalan dengan visi “Papua Cerah” (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni), di mana olahraga sepak bola menjadi instrumen vital untuk membangun generasi muda Papua yang disiplin dan sportivitas tinggi.
Menutup rangkaian sambutan, Sekda Papua memberikan sentuhan hangat melalui pantun yang membakar semangat persaudaraan para atlet muda:
“Cendrawasih terbang melayang, hinggap indah di ujung dahan. Kompetisi usai bukan berarti hilang, semangat juang tetap kita pertahankan.”
“Angin laut bertiup perlahan, perahu kecil menuju seberang. Jaga semangat persaudaraan, demi prestasi gemilang.”
Dengan berakhirnya Piala Gubernur Papua 2025/2026, diharapkan muncul bibit-bibit baru yang nantinya akan menghiasi skuad tim nasional maupun klub-klub profesional di tanah air. (AiWr)


