Aparat Keamanan Terlibat Kontak Senjata dengan KSB di Sugapa

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal

JAYAPURA, FP.COM – Tim gabungan TNI-Polri terlibat insiden kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata (KSB) pimpinan Sabinus Waker di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (26/10/2020) pagi kemarin. Peristiwa itu menewaskan salah satu anak buah Sabinus bernama Rubinus Tigau.

Rekan Rubinus, Hermanus Tipagau, juga tertangkap oleh aparat. Oleh Kepolisian Daerah (Polda) Papua, keduanya ditenggarai terlibat dalam insiden penembakan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya yang dipimpin Benny Mamoto.

Read More

iklan

iklan

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan persnya mengatakan, kelompok Sabinus Waker ini sudah berulang kali melakukan aksi kriminal. Bahkan pada insiden baku tembak tersebut, Sibanus Waker mempersenjatai anak-anak remaja sebagai tameng hidup.

Kamal menerangkan, pada insiden kontak senjata dengan aparat TNI-Polri di Distrik Sugapa kemarin. Sibanus Waker mengerahkan sebanyak 50 anggotanya, dan memiliki 17 pucuk senjata api.

“Mereka memberikan perlawanan terhadap tim gabungan TNI-Polri, maka aparat langsung mengambil tindakan tegas terukur yang berhasil melumpuhkan dua anggotanya,” ungkapnya.

Masih menurut Kamal, kelompok Sabinus Waker juga kerap melakukan terror di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika. Sabinus Waker sendiri adalah adik dari Ayub Waker yang tewas pada tahun 2019 lalu. Ia juga dinyatakan terlibat dalam penyerangan yang menewaskan salah seorang anggota Brimob di tahun 2015 dan merampas senjata laras panjang jenis Steyr AUG.

“Kelompok Sabinus Waker ini juga sering melakukan aksi perampasan dan teror kepada warga yang berada di jalur pertambangan PT. Freeport,” jelas Kamal.

Polda Papua mencatat, sudah ada 16 aksi kriminal yang pernah dilakukan oleh kelompok Sibanus Waker sepanjang tahun 2020 ini. Salah satunya adalah aksi penembakan terhadap rombongan TGPF pada 9 Oktober silam.

Atas rentetan kasus kriminal yang telah dilakukan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Mimika sudah mengantongi serta menerbitkan 21 Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pihak TNI-Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompol kriminal bersenjata atau siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan di Tanah Papua,” tutupnya. (Ray)

 

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *