Bupati Befa Tuntut Laporan Kegiatan dari Dana Lanny Jaya Mandiri

  • Whatsapp
Bupati Befa Yigibalom saat memimpin rapat evaluasi program Lanny Jaya Mandiri

JAYAPURA, FP.COM – Di periode keduanya menakhodai Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom bersama pasangannya, Yemis Kogoya, menggagas sebuah program bernama Lanny Jaya Mandiri-Cerdas-Sehat (MCS). Program primadona ini diluncurkan pada 9 April 2018 di kantor Gubernur Papua, Dok 2, oleh Menteri Dalam Negeri kala itu, Tjahyo Kumolo. Anggarannya berasal dari dana otonomi khusus, dana alokasi umum dan dana kampung.

Dari program ini, setiap kepala keluarga menerima satu juta rupiah setiap bulan lewat rekening bank masing-masing. Namun demikian, teknisnya, setiap kepala keluarga hanya boleh menarik Rp 700 per bulan untuk kemandirian dan pemberdayaan (Lanny Jaya Mandiri). Dana ini kemudian dikelola masyarakat untuk beragam kegiatan bersifat padat karya, seperti beternak, membuka kebun, atau secara kolektif membangun jalan desa dan sarana lainnya.

Read More

iklan

iklan

Sementara, dana tersisa Rp 300 ribu di rekening dialokasikan untuk Lanny Jaya Cerdas (Rp 200 ribu), bekal bagi mahasiswa di berbagai kota studi, dan Lanny Jaya Sehat (Rp 100 ribu). Khusus Lanny Jaya Sehat, pembiayaan program ini ditunjang dari potongan pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang besarannya sesuai golongan. Dana abadi ini digunakan untuk membiayai setiap warga yang sakit dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit yang bekerja sama dengan pemda.

Suasana rapat evaluasi program Lanny Jaya Mandiri oleh Bupati Befa Yigibalom bersama para kepala distrik

Data tahun 2019, ada 17.670 kepala keluarga yang menerima dana dari program Lanny Jaya Mandiri. Dalam setahun, dari program ini, setiap kepala keluarga akan memperoleh Rp 8,4 juta.

Berdasarkan data yang diperoleh Fokus Papua dari Humas Lanny Jaya, sepanjang tahun 2019, setiap kepala keluarga baru menerima Rp 4,8 juta, yang kesuluruhannya dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako). Sisanya, Rp 4 juta, disalurkan langsung oleh tim kabupaten tahun ini agar masyarakat tidak perlu mengantri di bank, berhubung wabah pandemi virus Corona.

Kata Bupati Befa, dana program ini bukan untuk memanjakan tetapi mengajak masyarakat untuk turut serta membangun kampung, baik untuk ketahanan pangan (berkebun dan beternak), maupun pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan, jembatan, MCK dan sebagainya.

Sabtu, 6 Juni 2020 lalu, Bupati Befa mengundang semua kepala distrik ke kediamannya di Wamena. Undangan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi penggunaan dana Lanny Jaya Mandiri (padat karya) di masing-masing distrik.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua DPRD Lanny Jaya Tanus Kogoya tersebut, Befa mengingatkan, dana program tersebut merupakan uang negara sehingga secara administrasi wajib dipertanggungjawabkan.

Befa meminta pertanggungjawaban yang dibuat kepala distrik harus dilengkap dengan dokumen berupa foto dan video kegiatan. Minggu ini, tim akan turun menginspeksi ke lapangan. Ia mewanti-wanti, tak segan mencopot kepala distrik dari jabatannya jika laporan tak sesuai kenyataan.

Selain itu, ia juga menginginkan perbaikan data penduduk yang belum terjangkau program ini termasuk warga Lanny Jaya yang berada di Wamena, Kota Jayapura dan Keerom. Nantinya data ini juga akan jadi pedoman dalam penyaluran bantuan di masa wabah Corona. Befa menjelaskan, bantuan kepada warga terdampak wabah Corona yang sebesar satu juta rupiah itu tidak berasal dari dana Lanny Mandiri.

Bupati Befa Yigibalom (kanan) bersama Ketua DPRD Lanny Jaya (kiri) di hadapan para kepala distrik

Ketua DPRD Lanny Jaya Tanus Kogoya menyatakan siap mendukung program Lanny Jaya Mandiri yang sedang berjalan. Pihaknya bahkan siap mengawal dan memastikan pembagian dana program ini tepat sasaran. Tanus berpendapat, dalam hal ini, sudah semestinya DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintah memainkan tiga fungsinya, legislasi,  anggaran dan pengawasan terhadap segala peraturan, maupun keputusan kepala daerah. JP/Sembor Humas LJ

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *