JAYAPURA,FP.COM – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meresmikan layanan Hearing Center di RSUD Dok II Jayapura sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan spesialistik di Bumi Cendrawasih, Kamis (8/1/2026).
Peresmian ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi dalam menyediakan penanganan gangguan pendengaran yang lebih terarah dan bermutu. Dalam sambutannya, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa gangguan pendengaran merupakan isu serius yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
“Layanan ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus Papua. Gangguan pendengaran berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang mereka,” ujar Fakhiri.
Kehadiran Hearing Center ini merupakan perwujudan misi Papua Sehat yang mengedepankan akses pelayanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan. Gubernur berharap RSUD Jayapura tidak hanya melayani warga lokal, tetapi bertransformasi menjadi pusat rujukan bagi wilayah Indonesia Timur.
“Layanan spesifik seperti ini tidak dimiliki semua rumah sakit. Ke depan, RSUD Jayapura harus menjadi etalase pelayanan kesehatan di kawasan timur,” tegasnya.
Dalam acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Tuli Nasional tersebut, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, turut hadir menyerahkan alat bantu dengar kepada warga.
Bambang mengungkapkan data BPS yang mencatat sekitar 6 hingga 7 dari 1.000 penduduk Papua mengalami gangguan pendengaran.
“Deteksi dini sangat penting karena gangguan ini sering membatasi akses pendidikan dan pekerjaan. Kami berharap layanan ini bisa menjangkau hingga wilayah pedalaman dan pegunungan,” tutur Letjen Bambang.
Pada tahap awal, sebanyak 18 warga dari Kabupaten Jayapura dan Keerom telah menerima alat bantu dengar setelah melalui pemeriksaan audiometri di RSUD Jayapura. (*)


