BIAK,FP.COM – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional Hotel Mapia di Kabupaten Biak Numfor, Senin (12/1/2026). Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penataan aset daerah guna memastikan fasilitas milik pemerintah tersebut kembali berfungsi optimal dan profesional.
Langkah penutupan ini diputuskan langsung oleh Gubernur usai meninjau kondisi fisik bangunan dan fasilitas hotel peninggalan era 1990-an tersebut. Berdasarkan hasil inspeksi, Hotel Mapia dinilai sudah tertinggal jauh dibandingkan standar perhotelan modern saat ini.
“Setelah melihat langsung kondisi aset, saya menilai Hotel Mapia sudah tidak layak. Bangunan dan fasilitasnya membutuhkan perbaikan besar agar dapat kembali berfungsi optimal,” ujar Gubernur Fakhiri di Biak.
Gubernur menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya serius memperbaiki tata kelola aset daerah. Targetnya, Hotel Mapia harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata di Biak Numfor.
“Kami ingin aset pemerintah dikelola lebih profesional sehingga dampaknya jelas bagi daerah,” tegasnya.
Meski operasional dihentikan sementara, Pemerintah Provinsi Papua menjamin tidak akan mengabaikan hak-hak para pekerja. Gubernur memastikan seluruh kewajiban pemerintah kepada pegawai Hotel Mapia akan dituntaskan sebelum proses renovasi menyeluruh dimulai oleh tim percepatan.
“Kewajiban kepada pegawai akan kami tuntaskan. Setelah itu, tim percepatan akan bekerja membenahi hotel ini secara menyeluruh,” ucap Gubernur Fakhiri.
Sebagai informasi, Hotel Mapia merupakan salah satu aset legendaris milik Pemprov Papua di Biak. Namun, akibat keterbatasan perawatan dalam beberapa tahun terakhir, performa hotel ini menurun drastis sehingga memerlukan intervensi langsung dari pemerintah provinsi. (*)


