JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa keselamatan dan rasa aman wisatawan merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan kepariwisataan daerah. Untuk itu, seluruh elemen garda terdepan pariwisata di Bumi Cenderawasih diwajibkan memiliki kesiapsiagaan yang matang serta kemampuan mitigasi bencana yang cepat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Papua, Yimin Weya, dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026 Provinsi Papua, yang diselenggarakan di Kota Jayapura pada Kamis hingga Jumat, 15-16 Juli 2026.
Yimin Weya menyoroti potensi luar biasa dari sektor pariwisata bahari Papua yang selama ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa keindahan laut, pantai, dan bentang alam Papua yang eksotik juga menyimpan karakteristik alam yang dinamis dan berpotensi memicu risiko keselamatan.
“Wisata yang hebat bukan hanya tentang keindahan yang memanjakan mata, tetapi juga tentang rasa aman yang dirasakan oleh wisatawan. Oleh karena itu, pelaku wisata wajib memiliki kesiapsiagaan yang matang dan keterampilan penyelamatan (safety and rescue) yang sesuai dengan standar operasional,” tegas Yimin Weya.
Melalui pelatihan ini, Yimin berharap predikat “SDM Bahari Andalan” yang diusung bukan sekadar menjadi slogan semata, melainkan menjelma sebagai tanggung jawab nyata di lapangan. Upaya peningkatan kualitas SDM pariwisata yang sadar keselamatan ini dinilai krusial di tengah langkah strategis Pemprov Papua yang mulai mengalihkan fokus pembangunan ke sektor pariwisata berbasis sumber daya terbarukan.
Langkah ini diambil menyusul kesadaran pemda bahwa struktur pendapatan daerah tidak bisa terus-menerus bergantung pada kekayaan alam yang tidak terbarukan seperti hasil hutan, pertambangan batu bara, minyak, dan gas bumi—yang suatu saat dipastikan akan habis.
Di akhir sambutannya, Kadisbudpar Papua berpesan agar seluruh peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota se-Papua dapat mengikuti kegiatan dengan penuh komitmen demi kemajuan kepariwisataan daerah. Ia juga meminta adanya sinergi dan koordinasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perhotelan, restoran, usaha travel, pengelola destinasi, hingga para seniman dan budayawan.
“Kiranya hasil dari kegiatan selama dua hari ini dapat segera ditindaklanjuti secara nyata di lapangan. Kita ingin memastikan bahwa ketika wisatawan datang ke destinasi kita, mereka dilayani oleh SDM yang tidak hanya ramah, tetapi juga cakap dalam menjaga keselamatan mereka,” pungkasnya. (AiWr)


