JAYAPURA,FP.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) memacu program cetak sawah rakyat di Papua dengan target ambisius. Sebanyak 30.000 hektar lahan ditargetkan mulai ditanami pada awal September 2026 mendatang.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus merampungkan tahapan Survei, Identifikasi, dan Desain (SID) sebagai fondasi pembangunan fisik.
“Kami lakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, eksekusi pembangunan akan dimulai pada lahan seluas 15.000 hektar. Targetnya selesai Agustus, sehingga awal September sudah bisa ditanam,” ujar Hermanto usai bertemu Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Jayapura, Selasa (21/4/2026).
Hermanto menekankan bahwa proses SID menjadi kunci untuk meminimalkan kendala lapangan. Pemetaan ini mencakup kondisi lahan, sistem pengairan, hingga aspek sosial yang krusial di Papua, yakni dukungan pemilik hak ulayat.
Ia meminta pemerintah daerah aktif melakukan sosialisasi agar tidak terjadi konflik lahan saat konstruksi dimulai. “Kualitas SID sangat menentukan. Sebagian sudah selesai dan siap masuk tahap eksekusi,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyambut baik langkah strategis Presiden Prabowo Subianto melalui Kementan ini. Menurutnya, program ini merupakan terobosan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi lokal.
“Lahan ini milik masyarakat, dan hasilnya pun untuk mereka. Ini menciptakan siklus ekonomi yang nyata di tingkat bawah,” kata Matius.
Melalui pendekatan berbasis data SID yang detail, pemerintah optimis program cetak sawah ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi menjadi solusi berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Papua. (*)


