JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama masa perayaan Idulfitri. Cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim diprediksi masih akan membayangi wilayah Papua hingga akhir Maret 2026.
Plt. Kepala BPBD Provinsi Papua, B. Wisnu Raditya, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan, intensitas hujan sedang hingga lebat masih berpotensi tinggi terjadi. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di titik-titik rawan pemukiman dan jalur mudik.
Mengingat mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang hari raya, BPBD meminta warga untuk tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Kewaspadaan ini sangat penting sebagai langkah mitigasi dini untuk meminimalkan risiko bencana, baik banjir maupun tanah longsor,” ujar Wisnu Raditya dalam keterangannya, Senin (9/3).
Ia juga menekankan pentingnya mengakses informasi dari sumber yang valid. Masyarakat diminta rutin memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun informasi berkala dari BPBD setempat.
Guna menjamin keamanan warga selama libur lebaran, BPBD Papua telah menyiagakan sarana dan prasarana penanganan darurat secara penuh. Peralatan evakuasi dan logistik darurat dipastikan dalam kondisi siap pakai.
“Kami menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam penuh. Personel kami akan tetap standby untuk memberikan penanganan cepat apabila terjadi situasi darurat atau perubahan cuaca yang signifikan di lapangan,” tegasnya.
Langkah siaga ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua yang tengah menjalankan ibadah Ramadan maupun yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman. (*)


