Tidak ada perubahan besar yang lahir tanpa sebuah mimpi.
Dalam masa kampanye lalu, Gubernur Papua telah menitipkan sebuah visi tentang masa depan Papua yang lebih maju. Sebuah mimpi besar untuk menghadirkan infrastruktur modern—jalan tol dan kereta api—sebagai urat nadi konektivitas yang memperkuat ekonomi rakyat.
Bagi sebagian orang, gagasan ini mungkin terdengar mustahil. Namun, seiring waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya.
Estafet Mimpi Para Pemimpin
Penting untuk kita pahami bersama bahwa gagasan konektivitas di Tanah Papua bukanlah narasi yang lahir tanpa dasar. Ia adalah mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang rindu melihat keterisolasian wilayah ini berakhir.
Langkah yang diambil oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri (MDF) hari ini, sejatinya adalah melanjutkan estafet mimpi para pendahulu:
- Kita mengenang Gubernur Barnabas Suebu (Kaka Bas) yang pernah meletakkan gagasan kereta api sebagai rencana besar masa depan Papua.
- Kita menghormati Almarhum Lukas Enembe (LE) yang telah membangun fondasi kokoh melalui Jalan Lintas Papua sebagai tulang punggung akses darat.
Gubernur MDF kini hadir untuk menjahit mimpi-mimpi tersebut, menyesuaikannya dengan denyut zaman dan kemajuan teknologi kekinian. Sebab, tugas pemimpin bukan hanya berani bermimpi besar, tapi memastikan langkah nyata agar mimpi itu mendarat di realitas dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Momentum Emas: Dari Presiden untuk Papua
Awal tahun 2026 menjadi titik balik bersejarah. Dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pandangan filosofis: bahwa kehadiran kereta api adalah tanda lahirnya peradaban baru.
Ketika Presiden bertanya, “Di wilayah mana negara bisa hadir menghadirkan jalur kereta api baru di luar Pulau Jawa?”, secara spontan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut Provinsi Papua dengan Jayapura sebagai titik awal.
Bagi kami, momentum ini terasa seperti garis tangan Tuhan. Visi yang pernah disampaikan Gubernur MDF seolah dibawa Tuhan langsung ke hati Presiden. Dari sanalah lahir keputusan besar: Negara mulai membuka jalan bagi kereta api di Tanah Papua.
Langkah Nyata: Sentani – Kota Jayapura
Komitmen ini bukan sekadar wacana. Pada 14 April 2026 di Jakarta, Gubernur Papua bersama tim Pemerintah Daerah telah bertemu dengan jajaran direksi PT KAI. Pertemuan tersebut menyepakati dimulainya proses sesuai regulasi, dengan fokus jalur awal: Sentani – Kota Jayapura.
Jika rencana ini berjalan mulus, yang lahir bukan sekadar sarana transportasi, melainkan konektivitas yang akan mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menjadi penanda lahirnya fajar peradaban baru di Bumi Cenderawasih.
Apresiasi dan Harapan
Atas nama masyarakat Papua, kami haturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian luar biasa bagi pembangunan Papua. Apresiasi juga kami sampaikan kepada jajaran PT KAI atas respons cepat dan semangat kolaborasinya.
Terima kasih terdalam tentu untuk Gubernur Papua dan seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga api semangat ini tetap menyala. Semoga langkah awal ini dicatat oleh sejarah sebagai fondasi bagi masa depan Papua yang lebih cerah.
Dari mimpi menuju rencana, dari rencana menuju peradaban baru. Penulis : M. Rifai Darus (Juru Bicara Gubernur Papua)


