Pastikan Kelayakan Sekolah Binaan, Pemprov Papua Prioritaskan Perbaikan Air Bersih dan Infrastruktur

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama

JAYAPURA,FP.COM – Pemerintah Provinsi Papua bergerak cepat menyusun rencana perbaikan infrastruktur di sejumlah sekolah binaan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas temuan berbagai persoalan fasilitas dasar yang ditemukan saat Wakil Gubernur Papua melakukan peninjauan langsung ke lapangan, Jumat (6/2/2026).

Peninjauan yang melibatkan DPR Papua, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Bappeda ini menyasar berbagai satuan pendidikan, mulai dari sekolah sains, sekolah kejuruan, hingga sekolah luar biasa (SLB).

Read More

Persoalan paling mendesak yang ditemukan di lapangan adalah minimnya ketersediaan air bersih, terutama di lingkungan asrama siswa. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas harian serta kualitas hidup peserta didik selama menempuh pendidikan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama, menegaskan bahwa ketersediaan air adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. “Kalau air tidak tersedia, aktivitas anak-anak jelas terganggu. Ini menjadi perhatian serius pemerintah dan akan menjadi prioritas penanganan,” tegas Marthen.

Selain masalah air, tim gabungan juga mencatat kerusakan fisik yang cukup signifikan pada bangunan sekolah, seperti atap dan plafon yang bocor, hingga ruang laboratorium yang kurang memadai. Minimnya sarana pendukung digital, seperti perangkat komputer untuk ujian, juga menjadi catatan penting dalam laporan tersebut.

Marthen mencontohkan SMK Negeri 1 Jayapura yang masih membutuhkan perbaikan lanjutan meski telah ada penanganan pada tahun sebelumnya. Kondisi asrama dan rumah dinas guru di beberapa titik juga dinilai sudah tidak layak dan memerlukan renovasi.

Seluruh temuan lapangan tersebut kini telah dirangkum dalam laporan telaah staf. Dinas Pendidikan akan segera berkoordinasi dengan Dinas PU dan Bappeda untuk menentukan skema tindak lanjut.

“Laporan ini akan dibahas bersama untuk menentukan apakah penanganan bisa masuk melalui perubahan anggaran atau perencanaan tahun berikutnya. Intinya, kita ingin sekolah-sekolah binaan ini berfungsi optimal untuk mendukung peningkatan kualitas SDM Papua,” pungkas Marthen. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *