BIAK,FP.COM – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Negeri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua kembali menyelenggarakan agenda rutin tahunannya, yakni Pameran Keliling. Pelaksanaan tahun 2026 ini dipusatkan di Kabupaten Biak Numfor dengan bergabung dalam kemeriahan perhelatan nasional Karisma Event Nusantara (KEN) “Festival Budaya Biak Melanesia 2026” yang berlangsung pada 17 hingga 21 Oktober 2026.
Pameran keliling ini mengangkat tema “Pameran Etnografi dan Seni Rupa” serta mengusung sub-tema “Melalui Pameran Keliling Kita Tingkatkan Kecintaan Generasi Muda / Gen Z terhadap Pelestarian Nilai-nilai Budaya Bangsa”.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Museum Negeri Provinsi Papua, Tiningsih Susilorini, S.Pd., menjelaskan bahwa pameran ini menghadirkan sebanyak 54 koleksi etnografi dan seni rupa pilihan yang diboyong langsung dari Jayapura. Koleksi tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori, yakni peralatan rumah tangga, alat pembayaran dan mata uang, noken, penginangan, serta karya seni rupa.
“Pameran keliling ini menjadi sarana edukasi yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda atau Gen Z, agar mereka dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa kita sendiri,” ujar Tiningsih.
Dalam pelaksanaannya, UPTD Museum Negeri Papua melibatkan 21 personel pendukung yang mengawal jalannya pameran dari tahap persiapan hingga penutupan. Untuk memberikan pengalaman yang lebih modern dan interaktif, pengunjung yang datang langsung dipandu oleh tim pemandu serta dapat mengakses informasi koleksi secara mendetail melalui pemindaian QR Code digital yang telah disediakan di setiap sudut stan.
Meskipun keterbatasan luas area stan membuat pihak penyelenggara belum dapat menampilkan seluruh koleksi yang dibawa dari Jayapura, hal tersebut justru tidak menyurutkan minat masyarakat. Antusiasme warga Biak Numfor, khususnya dari kalangan Gen Z, terpantau sangat tinggi. Mereka tampak berbondong-bondong memadati lokasi pameran untuk menyaksikan langsung kekayaan koleksi budaya Papua dengan pendampingan penuh dari tim pemandu.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Tiningsih berharap agar program pameran keliling semacam ini dapat terus terlaksana secara rutin di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Papua. Menurutnya, pengenalan budaya secara langsung di tengah masyarakat merupakan langkah awal yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap kelestarian warisan budaya.
“Pengenalan budaya menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya kita,” pungkasnya. (AiWr)


