Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Keerom Tanam Jagung 1.000 Hektar

  • Whatsapp
Pemerintah Kabupaten Keerom menanam jagung, umbi-umbian, bawang dan padi di tanah seluas 1.000 hektar.
PGBP

Pariwisata

KEEROM, FP.COM – Untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi di masa pandemic Covid-19, Pemerintah Kabupaten Keerom menanam jagung, umbi-umbian, bawang dan padi di tanah seluas 1.000 hektar.

Bupati Keerom, Muhammad Markum, SH.MH.MM mengatakan, beberapa program ini telah dipikirkan oleh pemkab untuk penanggulangan dampak ekonomi, dimulai dari penanaman jagung yang sudah direncanakan sejak 2019. “Jadi ini sudah direncanakan sejak 2019 dan direalisasikan di tahun 2020. Pas kebetulan ada pandemic Covid-19, kita sekaligus selenggarakan,” katanya, Kamis (25/6/2020).

Read More

KONI

Ia mengungkapkan, ada beberapa jenis bibit yang akan ditanam yakni jagung hibrida, padi trisakti, umbi-umbian dan bawang merah di semua kampung di wilayah Kabupaten Keerom.

“Masing-masing bibit akan ditanam di semua kampung yang ada dan melihat kontur tanah daerah sekitar. Kayak kali ini di Skamto atau Arsopura dan sekitarnya, kami lakukan penanaman bibit jagung di tanah. Produktifitasnya itu bisa 7 ton dalam 1 hektar, hari ini akan kami uji semuanya,” ungkapnya.

Ia minta agar tingkat produksinya diperhatikan agar ketahanan pangan ini terus bergulir lancar dalam seribu hektar tanah. “Saya yakin ini bisa berjalan dengan baik. Beberapa tahun lalu kami mencoba mencari penerima atau penampung di daerah luar Papua, sudah ada yang bersedia. Maka rutinitas penanaman jagung dan panennya harus dijaga, jangan cuma 1 kali lalu tidak produksi lagi,” pinta Bupati Markum.

Bahkan, kata Bupati Markum, ke depan ia akan mencoba distribusikan seribu straw semen beku untuk peternak sapi. “Mudah-mudahan kami akam hadirkan straw semen beku. Selama ini kami diberi bamtuan dari Pemerintah Provinsi Papua bisa 1.000 hingga 3.000, tapi karena pandemic makanya pendistribusian terganggu, jadi saya akan mencoba distribusikan di awal bulan depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, Sunar, S.P menjelaskan, pihaknya memperbantukan jagung hibrida 20 kg, herbisida 5 liter untuk pratanam dan setelah pratanam akan dibantu lagi herbisida untuk penyiangan. Selanjutnya paket pupuk urea 50 kg,” jelasnya.

Ia beberkan penanaman jagung ini menjadi harapan besar karena jagung ini umur panennya tidak memerlukan waktu lama. “Kurang lebih 90 hari sudah bisa dipanen. Selain itu, jagung juga merupakan komoditas yang ada standarisasi dari kementerian jadi tidak gampang busuk seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, jadi bisa awet. Untuk pasaran juga bisa merambah sampai keluar Papua sehingga produksi bisa laju dan ekonomi bisa pulih,” bebernya.

Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono, SE menambahkam, Arso harus bisa menjadi pioner untuk mendongkrak pemulihan ekonomi. “Ini launching awal penanaman jagung. Kita awali untuk menata hidup kita. Apalagi terhitung 1 Juli Pasar Youtefa tutup selama 1 minggu ke depan, ini bukan berarti kita berhenti berproduksi. Melalui program ini kami lakukan kerjasama untuk pengiriman ke luar Papua sehingga tidak mandek di Papua saja,” katanya.

Dengan pengiriman ini, ia berharap dapat membawa angin segar buat petani Keerom. “Bukan petani tidak mau menanam, jangan sampai tanam tetapi tidak laku-laku. Kita harus bekerjasama. Petani menanam, kita pemerintah dan dewan bertindak sebagai marketing. Karena kalau hanya andalkan pasar, susah. Hari ini kita bisa menanam seribu hektar tapi kalau tidak ada mekanisme baik, tidak bisa berlanjut,” tutupnya. (Dadang)

Kehutanan

GKI

Dinkes

Air

Covid

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *