Dalam Tiga Hari, 3.000 Paket Bantuan Telah Disalurkan Pemprov Papua

  • Whatsapp
Penyerahan paket bantuan bahan pokok di salah satu lokasi di Kota Jayapura
FKUB Puasa

JAYAPURA, FP.COM – Hingga sekarang, Sub Tim Pengelola Dampak Ekonomi Covid-19 Provinsi Papua telah menyalurkan 3.000 paket bantuan bahan pokok (bapok) kepada masyarakat yang terdampak wabah virus Corona di Kota Jayapura. Tak hanya bapok, secara bersamaan, juga disalurkan 6.000 masker.

Setiap paket berupa beras 20 Kilogram, gula pasir, tepung terigu, mie instant 1 (satu) karton, ikan kemasan kaleng dan masker dua (2) lembar.

Read More

RS Dok2

Penyaluran dimulai pada 13 dan 14 April lalu, di mana 2.122 paket dibagikan di sejumlah titik. Di Pelabuhan Jayapura sebanyak 742 paket bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM), sopir ojek online (259), supir angkutan kota lewat DPC Organda Kota Jayapura (1.003), rental mobil Dok IX (36), pangkalan ojek Lumba-Lumba Dok V (35), rental mobil Hotel Yasmin (6), rental mobil Cenderawasih Ruko Dok II (24) dan pangkalan ojek Kelapa Gading Waena 17 paket. 

Ketua Sub Tim Pengelola Dampak Ekonomi Covid-19 Provinsi Papua Sudirman Manik mengatakan, tahap ketiga, hari ini, 878 paket bapok disalurkan di tiga lokasi yaitu Sekretariat BPD PHRI Provinsi Papua sebanyak 690 paket, di jalan Batu Karang mencakup pangkalan ojek Polimak, Jabaka dan Upotar (73) dan pangkalan ojek Rebali Padangbulan (115). Bantuan di tiga lokasi ini diserahkan oleh Penanggung Jawab Sub Tim Pengelola Dampak Ekonomi Covid-19 Provinsi Papua, Yahya Itlay.

“Pemprov Papua berupaya melayani seluruh warga masyarakat yang terdampak Covid-19, namun saat ini diprioritaskan sesuai data nomor induk kependudukan (NIK) dan alamat jelas yang masuk di Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua,” jelas Sudirman, Kamis (16/4/2020).  

Ketua Umum BPD PHRI Provinsi Papua Syahrir Hasan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan tersebut.

Syahrir mengungkapkan, bantuan 690 paket bapok akan diserahkan ke karyawan hotel dan restoran yang membutuhkan, terutama yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) juga yang dirumahkan. 

Data yang Syahrir kantongi, sekarang ini kurang lebih 2000 karyawan hotel dan restoran telah dirumahkan akibat pandemi Covid-19. 

Sementara, Koordinator pangkalan ojek Tasangkapura Polimak Yohanes Aruri menyampaikan, sejak wabah Corona, pendapatan dia dan kawan-kawannya jauh menurun. Sehingga, bantuan yang mereka terima ini sangat berarti.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Papua, bantuan ini sangat bermanfaat karena berkurangnya pendapatan, terlebih bantuan ini mengakomodir seluruh driver ojek yang ada di tiga pangkalan di Polimak,” ujarnya. FPKontr3

FKUB

RS Abe

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *