Disbudpar Papua Tutup Pelatihan Juru Pelihara Cagar Budaya, 40 Peserta Terima Sertifikat

Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disbudpar Papua, Yahya Markus Modouw, mewakili Kepala Dinas saat menyerahkan secara sertifikat secara simbolis kepada perwakilan Juru Pelihara Cagar Budaya

JAYAPURA,FP.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua secara resmi menutup Kegiatan Pelatihan Juru Pelihara Situs Cagar Budaya yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026, di Kota Jayapura.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, tanggung jawab, serta kapasitas para juru pelihara dalam menjaga, merawat, melindungi, dan melestarikan situs-situs cagar budaya di tanah Papua. Sebanyak 40 peserta dari berbagai kabupaten dan kota—seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, Supiori, dan Waropen—mengikuti kegiatan ini dan dibekali sertifikat resmi dari Disbudpar Papua.

Read More

Penutupan kegiatan dipimpin oleh Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disbudpar Papua, Yahya Markus Modouw, mewakili Kepala Dinas. Dalam arahannya, Yahya menegaskan bahwa juru pelihara merupakan garda terdepan sekaligus penerus sejarah bagi generasi saat ini dan mendatang.

Saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas, Yahya Modouw menyampaikan bahwa pembekalan ilmu dari para narasumber dan peneliti lapangan menjadi modal penting saat peserta kembali ke daerah masing-masing.

“Pelaksanaan pelatihan ini merupakan momentum yang sangat berguna karena peserta dibekali pengetahuan oleh narasumber yang sarat pengalaman. Diharapkan ilmu ini dapat diterjemahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab dalam menjaga, merawat, serta melestarikan situs cagar budaya Papua,” ungkap Yahya.

Di akhir sambutan, pihak dinas menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan keamanan di lokasi-lokasi cagar budaya demi kenyamanan pengunjung maupun peneliti.

“Perlu diperhatikan situasi keamanan lokasi situs cagar budaya, agar dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, tetapi juga para peneliti yang mungkin hendak datang ke sana dalam rangka pencarian data untuk dikaji,” tutupnya. (AiWr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *