DWP Papua Diminta Aktif Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

  • Whatsapp
Ketua Umum DPP DWP Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo saat menandatangi berita acara pengukuhan Ketua DWP Provinsi Papua masa bakti 2019-2024

JAYAPURA, FP.COM – Theresia Gin Sujianti Dosinaen kembali dikukuhkan sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua masa bakti 2019-2024. Ia terpilih dalam Musyawarah DWP Provinsi Papua ke-IV yang digelar selama dua hari 11-12 Maret 2020, di Jayapura.

“Terima kasih sudah percayakan saya kembali memimpin organisasi ini. Untuk itu, saya beserta pengurus baru bertekad akan mengawal DWP agar bermanfaat bagi anggota, bahkan mengoptimalkan potensi yang ada,” kata Theresia.

Read More

iklan

iklan

Theresia Dosinaen mengajak seluruh pengurus Dharma Wanita yang baru untuk bersama-sama melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan ikhlas, serta memastikan organisasi ini tetap eksis sebagai mitra kerja pemerintah daerah.

“Kita harus bisa yakinkan suami-suami kita dapat bekerja dengan baik untuk membangun tanah Papua dan Indonesia,” tutupnya.

Ketua Umum DWP Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo pada acara pengukuhan ini meminta DWP Papua aktif mensosialisasikan pola hidup sehat, terutama dalam menangkal penyebaran virus corona yang telah menjadi isu nasional.

“Edukasibisa dilakukan mulai dari keluarga, anak, cucu, tetangga, bagaimana cara menanggulangi dan mencegah virus ini dengan mencuci tangan yang benar,” katanya, Kamis (12/3/2020).

“Jadi mulai saat ini biasakan cuci tangan dengan benar yakni, pakai air mengalir, pakai sabun serta lakukan enam langkah cara mencuci tangan,” sambungnya.

Dikatakannya, DWP bertekat mendukung visi dan misi pemerintah dalam membangun bangsa dan negara sesuai porsi dan kapasitas DPP.

“Untuk itu, kami lebih utamakan bagaimana membina dan memberdayakan istri-istri ASN di berbagai bidang,” katanya.

Untuk bidang pendidikan, kata Erni, DWP Papua harus mengenalkan pola asuh ibu kepada anak secara benar, karena dengan cara yang salah akan lahir generasi muda yang kurang berkualitas. “Saat ini, mendidik anak dengan kekerasan sudah tidak boleh, sebab akan merusak mental anak,” pungkas Erni. FPKontr3

KONI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *